Jumat, 25 April 2014

Persiapan Pulang Kampung

Apa yang dipersipkan sebelum pulang kampung?

Jawaban dari pertanyaan ini lebih banyak manfaatnya untuk pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Namun yang menggunakan angkutan umum akan dibahas di part selanjutnya.

Keamanan kendaraan:
Jangan lupa service kendaraan sebelum dipakai, isi full tengki bensin anda dan jangan lupa masukan beberapa alat penolong seperti segitiga, dongkrak, kunci ban, dlll yang digunakan bila mobil mengalami kerusakan, telepon asuransi mobil, cek ban jangan menggunakan ban yang sudah licin alias tidak layak jalan jauh. paling tidak 10 hari - dua minggu sebelumnya hal ini sudah beres dan tidak kurang satu apapun, Surat seperti STNK dan SIM haruslah dinomor satukan, dan alangkah baiknya jika sopir mempunyai pengganti, agar tetap fokus dalam perjalanan. 

Jangan sampai Melebihi batas muatan :
Sesuaikan dengan muatan mobil anda, jangan dipaksakan, jika mobil anda sedan atau sejenisnya, sudah pasti 4 orang adalah maximal penumpang, itupun sudah berikut sopir. Biasanya perjalanan jauh orang akan tertidur atau bersandar dan mencari posisi yang nyaman, belum lagi barang bawaan yang banyak, oleh sebab itu perjalanan jauh tidak mungkin aman dan nyaman jika posisinya melampaui batas.


Obat Obatan:
Ini sangat penting, Jangan lupa dibawa apalagi yang memang punya penyakit, seperti asma, jantung, alergi dingin dan lainnya. Lengkapilah kotak obat anda dengan obat stardart sbb:
Tolak angin, antimo, minyak kayu putih, fresh care, betadine, perban dan plester luka, salep digigit serangga, autan, paracetamol, obat pusing seperti panadol, balsam, obat batuk pilek ringan, yang terakhir adalah kapas, cotton bud dan alkohol.
Untuk perjalanan yang membawa bayi atau anak-anak sediakan juga obat tersebut sesuai dengan dosisnya, kadang anak dibawah umur amat sangat rentan dengan perubahan cuaca atau keadaan cape saat perjalanan. 
Untuk menambah stamina dalam menyetir ada bagusnya kalau membawa susu, energen, atau kopi yang bisa diseduh dengan membawa termos kecil, bisa juga meminum suplemen. 


Makanan dan minuman:
Pastikan selalu ada air mineral disetiap tempat duduk penumpang, biasanya dibagian dalam bawah pintu mobil bisa ditaruh beberapa botol air mineral maupun minuman dingin lainnya. Jangan pernah minum soda ataupun alkohol sebelum dan selama perjalanan, disamping alkohol memang membahayakan,  minuman besoda memicu tubuh menjadi mual dan berkeinginan untuk muntah. Minumlah juice segar yang aman bagi perut, jangan minum yang menyebabkan sakit perut, karena bisa merepotkan dalam perjalanan.
Belilah makanan kecil sebelumnya di supermarket terdekat, makanan ini bisa mengganjal perut apabila di perjalanan belum menemukan restoran/ rumah makan yang tepat, Roti isi, snack kentang, wafer coklat, sereal , biskuit wajib dibeli, namun jika mau membawa makanan berat, pastikan makanan tersebut tidak akan basi sebelum waktunya disantap.


Peta, Gps dan Menayalakan Radio:
salah satu hal yang dihindari dalam perjalanan adalah kesasar, anda salah jalan sehingga anda harus memutar dan membuat perjalanan menjadi lebih jauh. aktifkan gps, jika mobil anda menggunakannya, atau bisa dilihat dari mobile/ tablet anda, namun gunakan sebelumnya dan jangan sambil memegang kendali setir mobil. Selalu nyalakan radio jika dapat frekwensinya, pilihlah saluran yang menginformasikan jalan-jalan dan kondisi lalu lintas , serta berita arus mudik yang sangat membantu.


Bawa barang secukupnya:
Atur barang bawaan anda, jangan berlebih dan jangan kekurangan, bawalah pakaian yang disesuaikan dengan berapa lama anda akan melakukan perjalanan, lalu lebihkan 2 setel, dan hanya 2 setel saja, masukan 2 setel baju tersebut di sela-sela tempat anda duduk, biarkan yang lainnya di bagasi belakang.
Alangkah baiknya membawa handuk dengan ukuran yang lebih kecil, celana dalam pun bawa sebagian yang bersifat disposal./ langsung buang. bawa 1 jenis sepatu saja dan 1 sandal jepit, bawa alat sholat secukupnya dan dengan ukuran yang lebih kecil, letakkan juga di tempat anda duduk. 
Barang pribadi seperti sabun, sampo, pasta gigi juga sebaiknya dalam ukuran yang mini, cukup dengan waktu anda berpergian, bawa tisyu dengan beberapa taruh di dasbor dan sebagian di bagasi belakang.
Bawalah bantal berukuran kecil, seperti bantal yang ada di kursi tamu, lumayan enak untuk ganjal kepala saat beristirahat dimobil, tapi jangan bawa guling dan selimutnya juga, kecuali anda memang benar-benar membutuhkannya. 


Alat-alat elektronik tambahan:
Charger Hp , power bank, atau bahkan laptop tetap selalu jadi prioritas, namun tetap dibawa dalam batas kewajaran. CD musik juga bisa menemani anda dalam perjalanan. Senter dan teko pemanas air juga sangat berguna 
saat perjalanan.


Uang cash, uang receh, debit dan kartu kredit:
Ambil uang anda terlebih dahulu, namun secukupnya saja, atur pengeluaran dengan seksama, pastikan uang receh selalu tersedia, jika susah mendapatkannya bisa ditukar di Bank jauh-jauh hari sebelumnya. Jika transaksi apapun yang bisa menggunakan debit atau kartu kredit, sebaiknya didahulukan. karena sangat tidak aman mengantongi uang cash dengan jumlah banyak.

Menginap di Hotel:
Jangan pelit untuk mengeluarkan budget di Hotel, selama perjalanan anda pasti lelah dan mengantuk, carilah hotel sesuai kantong, karena kesehatan dan keselamatan adalah yang utama.

Pulang kampung


Tradisi, oh tradisi...

Kenapa pulang kampung di bilang tradisi, memang begitulah masyarakat indonesia mengenal kata pulang kampung, banyaknya perantauan yang mau pulang ketanah kelahirannya, kerumah orang tuanya, kerumah mertuanya, atau kerumah nenek dan kakeknya. Banyaknya kota kota besar di Indonesia seperti  Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bandung,Medan, Makasar diisi oleh warga pendatang ( bukan warga asli ). DKI Jakarta adalah pemenangnya, selama periode liburan Idul fitri, ibu kota ini sepinya minta ampun, bahkan jalananya hanya diisi oleh seliweran pemudik yang baru saja mulai berangkat. Kantor sudah pasti tutup, Mall-mall/ pusat perbelanjaan pun hanya beberapa yang buka, itupun kadang tutup atau buka agak siangan pada hari H lebaran.

Dimulai dari hari pertama puasa, banyaknya orang yang mudik, pulang kampung dengan alasan nyekar, minta maaf pada yang tua, atau hanya sekedar silaturahmi, setelah itu mereka balik lagi untuk bekerja. Menjalani puasa yang kurang lebih 1 bulan lamanya, para pekerja bisa mengirit pengeluaran, mereka lebih suka berbuka dengan keluarga dirumah, yang melajang dan yang masih kost pun jadi sering dapat makanan geratis, walaupun cuma tajil di mesjid. Pemasukan pun terus berjalan, dari uang makan yang tersisa dan THR yang menunggu, memang Ramadhan itu penuh berkah, bukan bagi yang beragama Islam saja bahkan agama lain pun merasakan, buktinya teman saya pun ikut senang kalau kantor jadi pulang cepat atau setengah hari, apalagi pas libur panjang.

Dilanjutkan dengan pertengahan puasa, orang sudah mulai malas, banyak perempuan yang batal akibat dana dari THR sudah mengucur, dan mall mulai banyak yang sale. Yang pria sebagian juga sudah pada siap-siap nyari baju baru, dan mengantar kekasihnya / ibunya ke tanah abang, Disinilah awal-awal orang grasak grusuk nyari baju lebaran, bingkisan, hadiah dan pernak - pernik lebaran. Bahkan ada sebagian yang sudah ngantri tiket buat pulang kampung. Mengantri di stasiun sampai menginap bukanlah hal yang luar biasa, ini sudah menjadi tradisi tiap bulan puasa, dengan perut keroncongan menahan lapar disamping itu mereka harus tetap waspada menjaga dompetnya dari para pencopet. Travel agent mulai sibuk karena banyaknya permintaan, dan agen-agen bus yang biasanya sepi pada bulan puasa mulai ramai pengunjung. 
Inilah pulang kampung, mereka yang sudah mengantongi tiket mudik pasti sudah tenang. Sebagian yang belum punya pasti resah antara mau pulang atau tetap dijakarta, atau yang THR nya belum diterima pasti bakalan nekat terserah nanti mau naik apa, semua pasti ada jalan kan? Yang punya mobil sudah pasti tenang, tinggal service sebelum pulang kampung lalu tancap..
Masalahnya cuma satu yaitu macet .. ini juga terjadi pada penumpang yang naik bus atau sepeda motor,sumpah kalau yang satu ini sungguh benar-benar seni dalam berpulang kampung. Walaupun begitu karena istilahnya untuk niat baik maka pemudik pasti menikmatinya. Oh iya,, bicara soal motor,, inilah yang paling lucu, sepertinya hari raya ini sudah seperti karnaval, motor dirombak habis-habisan. Mulai dari tumpukan kardus, kayu tambahan di belakang, anak kecil yang dibungkus tebal-tebal, dan yang paling unik adalah motor yang sengaja diberi kursi tambahan, dengan maksud anak-istri dan segabruk barang bawaannya bisa keangkut.
Nah 7 hari sebelum pulang kampung dimulai, mendadak banyak polisi turun kejalan. penjaja asongan makin nambah di jalanan, belum lagi pengemisnya,, bisa ribuan,,,. Sebenarnya saat-saat inilah yang paling saya sukai dalam setiap tahunnya, tabungan sudah tebal ( Alhamdulillah ) karena tabungan, THR atau bahkan uang arisan saya yang pas keluar ( Amin ). 

Puasa juga sebentar lagi gol, sudah masuk saatnya saya kirim-kirim pesan sama keluarga, teman, handai-taulan dan bahkan tetangga sebelah-sebelah rumah bahwa keluarga mau pulang kampung. 

Balik lagi ke tradisi,  toko kue ramai pembeli dan pemesan, supermarket jadi penuh, yang paling parah adalah pasar tradisional, buat orang lewat saja susah apalagi kalau ada kendaraan lewat. Daging ludes, ayam habis, sayuran diborong, dan ada satu lagi yang tidak terlewatkan.. yaitu penjual kulit ketupat.
 
Baju, pernak pernik lebaran sudah dapat, makanan sudah komplit, uang kecil sudah siap, lanjut ke tradisi pulang kampung. Ini sudah mendekati mau lebaran, siap-siap cari tumpangan yang belum punya tiket. Mobil mulai keluar dari tempat service dan malamnya bagasi penuh sudah dengan barang-barang.

Sehabis solat subuh, mobil disiapkan, penumpang diamankan... lalu berdoa, awalnya jalannan lancar, sepi macam kuburan. lalu masuk tol, selama di tol jalan masih ramai lancar, dan setelah keluar tol, apa yang terjadi, pemandangan yang membuat kesal tapi pasrah,mobil mulai mencari buntut dari kendaraan lain yang sekiranya paling cepat jalan. itulah yang disebut macet total...berapa kilo meter kah itu,