Tradisi, oh tradisi...
Kenapa pulang kampung di bilang tradisi, memang begitulah masyarakat indonesia mengenal kata pulang kampung, banyaknya perantauan yang mau pulang ketanah kelahirannya, kerumah orang tuanya, kerumah mertuanya, atau kerumah nenek dan kakeknya. Banyaknya kota kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bandung,Medan, Makasar diisi oleh warga pendatang ( bukan warga asli ). DKI Jakarta adalah pemenangnya, selama periode liburan Idul fitri, ibu kota ini sepinya minta ampun, bahkan jalananya hanya diisi oleh seliweran pemudik yang baru saja mulai berangkat. Kantor sudah pasti tutup, Mall-mall/ pusat perbelanjaan pun hanya beberapa yang buka, itupun kadang tutup atau buka agak siangan pada hari H lebaran.
Dimulai dari hari pertama puasa, banyaknya orang yang mudik, pulang kampung dengan alasan nyekar, minta maaf pada yang tua, atau hanya sekedar silaturahmi, setelah itu mereka balik lagi untuk bekerja. Menjalani puasa yang kurang lebih 1 bulan lamanya, para pekerja bisa mengirit pengeluaran, mereka lebih suka berbuka dengan keluarga dirumah, yang melajang dan yang masih kost pun jadi sering dapat makanan geratis, walaupun cuma tajil di mesjid. Pemasukan pun terus berjalan, dari uang makan yang tersisa dan THR yang menunggu, memang Ramadhan itu penuh berkah, bukan bagi yang beragama Islam saja bahkan agama lain pun merasakan, buktinya teman saya pun ikut senang kalau kantor jadi pulang cepat atau setengah hari, apalagi pas libur panjang.
Dilanjutkan dengan pertengahan puasa, orang sudah mulai malas, banyak perempuan yang batal akibat dana dari THR sudah mengucur, dan mall mulai banyak yang sale. Yang pria sebagian juga sudah pada siap-siap nyari baju baru, dan mengantar kekasihnya / ibunya ke tanah abang, Disinilah awal-awal orang grasak grusuk nyari baju lebaran, bingkisan, hadiah dan pernak - pernik lebaran. Bahkan ada sebagian yang sudah ngantri tiket buat pulang kampung. Mengantri di stasiun sampai menginap bukanlah hal yang luar biasa, ini sudah menjadi tradisi tiap bulan puasa, dengan perut keroncongan menahan lapar disamping itu mereka harus tetap waspada menjaga dompetnya dari para pencopet. Travel agent mulai sibuk karena banyaknya permintaan, dan agen-agen bus yang biasanya sepi pada bulan puasa mulai ramai pengunjung.
Inilah pulang kampung, mereka yang sudah mengantongi tiket mudik pasti sudah tenang. Sebagian yang belum punya pasti resah antara mau pulang atau tetap dijakarta, atau yang THR nya belum diterima pasti bakalan nekat terserah nanti mau naik apa, semua pasti ada jalan kan? Yang punya mobil sudah pasti tenang, tinggal service sebelum pulang kampung lalu tancap..
Masalahnya cuma satu yaitu macet .. ini juga terjadi pada penumpang yang naik bus atau sepeda motor,sumpah kalau yang satu ini sungguh benar-benar seni dalam berpulang kampung. Walaupun begitu karena istilahnya untuk niat baik maka pemudik pasti menikmatinya. Oh iya,, bicara soal motor,, inilah yang paling lucu, sepertinya hari raya ini sudah seperti karnaval, motor dirombak habis-habisan. Mulai dari tumpukan kardus, kayu tambahan di belakang, anak kecil yang dibungkus tebal-tebal, dan yang paling unik adalah motor yang sengaja diberi kursi tambahan, dengan maksud anak-istri dan segabruk barang bawaannya bisa keangkut.
Nah 7 hari sebelum pulang kampung dimulai, mendadak banyak polisi turun kejalan. penjaja asongan makin nambah di jalanan, belum lagi pengemisnya,, bisa ribuan,,,. Sebenarnya saat-saat inilah yang paling saya sukai dalam setiap tahunnya, tabungan sudah tebal ( Alhamdulillah ) karena tabungan, THR atau bahkan uang arisan saya yang pas keluar ( Amin ).
Puasa juga sebentar lagi gol, sudah masuk saatnya saya kirim-kirim pesan sama keluarga, teman, handai-taulan dan bahkan tetangga sebelah-sebelah rumah bahwa keluarga mau pulang kampung.
Balik lagi ke tradisi, toko kue ramai pembeli dan pemesan, supermarket jadi penuh, yang paling parah adalah pasar tradisional, buat orang lewat saja susah apalagi kalau ada kendaraan lewat. Daging ludes, ayam habis, sayuran diborong, dan ada satu lagi yang tidak terlewatkan.. yaitu penjual kulit ketupat.
Baju, pernak pernik lebaran sudah dapat, makanan sudah komplit, uang kecil sudah siap, lanjut ke tradisi pulang kampung. Ini sudah mendekati mau lebaran, siap-siap cari tumpangan yang belum punya tiket. Mobil mulai keluar dari tempat service dan malamnya bagasi penuh sudah dengan barang-barang.
Sehabis solat subuh, mobil disiapkan, penumpang diamankan... lalu berdoa, awalnya jalannan lancar, sepi macam kuburan. lalu masuk tol, selama di tol jalan masih ramai lancar, dan setelah keluar tol, apa yang terjadi, pemandangan yang membuat kesal tapi pasrah,mobil mulai mencari buntut dari kendaraan lain yang sekiranya paling cepat jalan. itulah yang disebut macet total...berapa kilo meter kah itu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar